Seolah aku masih terdengar suaramu
Bagai masih ku rasakan kewujudanmu
Telah begitu lama aku tidak menatap ke matamu
betapa aku ingin benar mencium tanganmu
sungguh aku terlalu ingin berbicara denganmu
Benar, aku sebenarnya merinduimu
Pernah suatu ketika aku menangis mendengar leluconmu
senak menahan tangis dalam kelucuan tingkahmu
tapi setelah sekian lama ia hilang
menangis lagi aku
saat ku lihat dirimu terbaring lemah
ku tahan lagi
untuk cuba menjadi kuat
dalam lemah yang menyenakkan hatiku
Kau datang dalam mimpi-mimpiku
lantas memberi alamat
Aku yakin benar itu dirimu
yang dihantar Ilahi menjengah mimpiku
padanya, dengannya kau berpesan
tentang suatu istana yang lebih indah nian
tentang suatu tempat yang lebih nyaman
tentang suatu cahaya yang lebih gemerlapan
keemasan warnanya masih terpapar dikotak ingatan
Dan dihari kau dijemput ke sana buat sementara
aku disini bagai hilang tertinggal
tertanggal semangat
Abah, tidak ada suara untuk menyebut
Abah, tidak ada kuasa untuk memanggil
Abah, tidak ada lagi nyawa dijasadmu
Saat aku merinduimu sehabis rasa
ku kirim doa buat pengubatnya
ku kirim cinta melalui kalamNya
hanya buat Abahku satu-satunya
tenang dan amanlah di istana
senyumlah dan bahagialah
berada disisiNya



1 comments:
nice..
Post a Comment
What do you say?